Maret 2026

Cerpen – Haru dan Bahagia

Manusia menangis karena dua alasan, karena bersedih dan karena bahagia. Aku menangis karena alasan ketiga: tak bisa melakukan keduanya. Semenjak kehidupan mengambil segalanya dariku, aku bersumpah kepadanya untuk tidak akan pernah menangis. Dan asal kalian tahu, aku benar-benar tak pernah menangis semenjak itu. Bahkan setelah kematian dua orang yang amat kucintai: nenekku hampir setahun lalu,

Cerpen – Haru dan Bahagia Read More »

Cerpen – Samudera dan Awan

Diam-diam, Samudera mengagumi Awan. Tak henti-hentinya ia memandang. Seharian kadang. Ia adalah secret admirer sejati sang Awan. Semenjak dulu, sebelum mereka bertemu. Bahkan mungkin sesaat setelah mereka berdua diciptakan. Dan sebelum kata secret admirer itu sendiri ditemukan. Hampir setiap hari mereka bertemu, namun tak pernah Samudera berani mendekati Awan. Selain tak berani, mana mampu? Ia

Cerpen – Samudera dan Awan Read More »

Paspor Oh Paspor

Petugas  : “Untuk apa bikin paspor?” Saya        : “Untuk pergi ke tanah suci.. dan keliling dunia.” *dengan pede-nya* Petugas   : *nada sinis* “Kamu punya uang berapa mau keliling dunia?” Saya  : “Yaah jalan mah ada aja, Pak..” Petugas  : “Zaman sekarang itu kalo mau ke luar negeri aja harus punya banyak uang,

Paspor Oh Paspor Read More »

60 Tahun Taufiq Ismail

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.” (QS. Al-‘Alaq : 1-3) Jelang sore kemarin, atas info seorang teman (terima kasih kepadanya saya ucapkan, semoga segala urusannya dimudahkan), saya menghadiri acara “60 Tahun Puisi Taufiq Ismail dalam Terjemahan Inggris” di Kampus UI Salemba. Sebenarnya

60 Tahun Taufiq Ismail Read More »

Cerpen – Masa Kecil Yang Hilang

“Lumpat, Nas.. geuraan.geuraan..!” teriakku dalam bahasa Sunda pada Anas sekeras-kerasnya. Ia membalas teriakanku dengan lari sekencang-kencangnya. Aku layaknya fans fanatik sepak bola yang sedang meneriaki salah seorang pemain kesayangannya menggiring bola menuju mulut gawang sendirian lalu menendang hingga menghasilkan sebuah gol. Itu teriakkanku paling keras hingga urat leherku terlihat jelas. Jikapun kemudian dipaksakan diteruskan, kemungkinannya hanya

Cerpen – Masa Kecil Yang Hilang Read More »

Negeri Seorang ‘Raja’

Terceritakanlah sebuah negeri dengan seorang raja. Tercipta dari puing-puing sisa kejayaan negeri sebelumnya yang tertulis tinta emas sejarah masa lalu. Setelah menunggu berabad-abad lamanya, negeri ini terlahir juga ke dunia. Selamat tanpa cacat. Senang bukan main sang raja. Atas kesyukuran itu, diberikanlah 5 dari 8 wilayah yang ada di bawah kekuasaannya pada kerabat-kerabat dan anggota

Negeri Seorang ‘Raja’ Read More »

Sepotong Surga

Sepotong Surga

“Go easy on meI can’t help what I’m doingGo easy on meOh, I can’t help what I’m doing….” Lantunan lagu Renegade-nya Kings of Convenience mengiringi langkahku menjejaki pasir putih yang menghampar seluas tanah lapang. Rerimbunan daratan hijau berhiaskan karang coklat kehitaman samar-samar hadir jauh di ujung pandangan. Deburan ombak pantai, suara desiran pasir yang tersapu

Sepotong Surga Read More »

Hujan dan Kenangan

Pagi ini hujan masih turun membasahi bumi. Kelanjutan dari hujan deras pagi buta tadi. Ia sisa hujan semenjak kemarin sore yang semalam sedikit mereda. Benarlah kata orang jika puncak kemalasan adalah ketika bangun pagi. Apalagi pagi buta. Ditambah hujan deras dan cuaca dingin bersamanya. Ah, puncak dari atas segala kemalasan! Tapi pagi buta tadi aku

Hujan dan Kenangan Read More »

Mengajar Menjadi Guru

Menjadi Guru: Sebuah Memoar

“Sebaik-baik belajar adalah dengan mengajar.” – Ustadz Najwani, seorang guru. Merasakan sebenarnya-benarnya kehadiran guru adalah ketika saya duduk di bangku SMP. Saat dimana kasih sayang layaknya seorang ibu sendiri saya terima dari guru-guru ketika itu. Kenapa tidak SD? Dugaan saya, pola pikir seorang Achmad Anwar Sanusi mungkin belum paham mengenai kehadiran dan arti seorang guru

Menjadi Guru: Sebuah Memoar Read More »