Catatan

Mengajar Menjadi Guru

Menjadi Guru: Sebuah Memoar

“Sebaik-baik belajar adalah dengan mengajar.” – Ustadz Najwani, seorang guru. Merasakan sebenarnya-benarnya kehadiran guru adalah ketika saya duduk di bangku SMP. Saat dimana kasih sayang layaknya seorang ibu sendiri saya terima dari guru-guru ketika itu. Kenapa tidak SD? Dugaan saya, pola pikir seorang Achmad Anwar Sanusi mungkin belum paham mengenai kehadiran dan arti seorang guru

Menjadi Guru: Sebuah Memoar Read More »

Hampir Sampai

Aku hampir tiba pada masa yang saat SMA dulu pernah aku bayangkan. Saat dimana aku tiba pada masa dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan bertahan pada idealisme yang ku genggam erat selama ini, atau pilihan melepaskan itu demi keluarga yang aku pegang petuahnya semenjak kecil. Rasa-rasanya aku tak pernah sekhawatir ini semenjak dulu. Saat studi tertunda

Hampir Sampai Read More »

Pertemuan Pertama

Matahari masih cukup jauh menyentuh laut. Langit dipenuhi gerombolan awan yang berarak perlahan menyesaki. Menghalangi separuh sang surya yang hendak menyinari dunia. Hingga pendaran cahayanya pun tak jatuh sempurna pada hamparan pasir pantai yang sedang kususuri. Di kejauhan, aku menemukan sesosok tubuh terpungkur jongkok diatas karang yang jauhnya seperlemparan tangan dari garis pantai. Sendirian. Aku

Pertemuan Pertama Read More »

Upacara Seba yang Berbeda

Sempat ada tarik ulur mengenai waktu penyelenggaraan upacara Seba tahun ini antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten dengan Masyarakat Suku Baduy. Dengan alasan tertentu, Disbudpar provinsi Banten meminta masyarakat Baduy memajukan waktu penyelenggaran upacara Seba agar waktunya tepat. Namun pada akhirnya, upacara Seba tahun ini tetap berlangsung sesuai rencana awal: tanggal 17, 18,

Upacara Seba yang Berbeda Read More »

Kehilangan

Saya pernah berada pada masa amat begitu mencintai ilmu. Masih jelas dalam bayangan saya, belajar hingga jauh larut malam; di dalam kamar, di atas meja belajar, di depan kelas, di ruang kelas, di bawah tangga kelas hingga ketiduran, di perpustakaan, di bawah temaram lampu PJU,  bahkan di trotoar semalaman.Bukan hanya karena besoknya ada ujian, atau

Kehilangan Read More »

Hingga Butir Terakhir

Kadang kita tak pernah tahu pasti alasan orang tua kita selalu mengharuskan kita menghabiskan makanan saat kecil dulu. Kita ikuti saja perintah itu walau harus dengan muka kesal dan ogah-ogahan. Selain karena tak ingin membantah orang tua, juga karena memang saat itu kita belum memiliki pemahamanan akan arti penting sesuatu. Orang tua kita biasanya mengatakan:

Hingga Butir Terakhir Read More »

Mimpi Masa Kecil

“Bukan kota yang padat dan gemerlap yang membuat negeri kita kukuh, tetapi desa-desa yang maju dan mandirilah yang akan membuat negeri kita kuat dan tangguh.” – Singgih S. Kartono Ketidaksengajaan mengantarkan saya pada sebuah foto terkait sebuah kegiatan bernama 1st International Conference of Village Revitalition beberapa waktu lalu. Dengan digerakkan rasa penasaran, saya putuskan untuk

Mimpi Masa Kecil Read More »

Kita, Mahasiswa Ekonomi Islam

Dibandingkan melalui lisan, rasa-rasanya saya lebih cocok menyampaikan sesuatu melalui tulisan. Tahu sendiri kan bagaimana saya –yang kata teman SMA, begitu nyolot dan ‘pedas’nya jika berbicara? :p Tulisan ini bukan untuk menohok atau bahkan menonjok siapa-siapa (jika pun iya, itu pasti ditujukan pada diri saya sendiri). Hanya ingin mengingatakan, pada diri saya sendiri dan pada

Kita, Mahasiswa Ekonomi Islam Read More »

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nantiJasadku tak akan ada lagiTapi dalam bait-bait sajak iniKau takkan kurelakan sendiri Puisi membuatku hidup abadi. Bersamanya, aku, juga dirimu takkan pernah mati. Kita ‘kan selamanya hadir dalam satu puisi. Setidaknya, untuk seribu tahun lagi. Jika pun satu masa saat ragaku terkungkung dalam himpitan gelap gulita telah tiba, takkan kubiarkan dengannya aku

Pada Suatu Hari Nanti Read More »