Catatan

Perusak Kebahagiaan

Kebahagiaan datang dan pergi silih berganti. Kadang cukup lama menyinggahi, kadang hanya sebentar menghampiri. Ia datang bisa diundang, bisa juga tidak; bertahan lama atau hanya sejenak, dan pergi sesuka hatinya. Kebahagiaan bisa datang karena satu hal, juga bisa rusak lalu pergi karena hal lain. Ada kalanya kita disekap sebuah rasa saat melihat apa yang tidak […]

Perusak Kebahagiaan Read More »

Dialah Kakek

Dialah Kakekku

Ia adalah orang yang mengajariku agar jangan pernah menyerah pada apapun, siapapun dan bagaimanapun keadaan. Yang menanamkan semangat melakukan hal-hal yang orang lain anggap tidak mungkin untuk membuka sebuah kemungkinan. Yang telah mengisi dan menggantikan sosok yang teramat penting dalam kehidupan. Dan yang secara tidak langsung menanamkan karakter-karakter positif dari apa yang ia lakukan. Ya,

Dialah Kakekku Read More »

Antara Desa dan Kota

Kota, terutama Jakarta sebagi metropolitan, selalu membuat terpesona manusia-manusia Indonesia. Pun begitu mungkin dengan penduduk di belahan bumi lain pada kota-kota metropolitan di negaranya. Kota selalu menjadi magnet dan alasan untuk orang-orang desa mendatanginya, bahkan kemudian mencintainya. Untuk yang terakhir, saya termasuk di dalamnya. Saya mencintai kota. Sungguh. Saya mencintai Jakarta, Bandung, Semarang, dan tak

Antara Desa dan Kota Read More »

Sepotong Kenangan

Pa Iwan K. Hamdan saat penanaman pohon di Assa’adah Global Islamic School (AGIS) [dok. Penulis] Rasanya baru kemarin saya diminta untuk mengambil foto di atas oleh beliau. “Untuk kenang-kenangan pribadi,” aku beliau sambil menyodorkan smartphone miliknya pada saya. Tak disangka itu adalah interaksi dan percakapan terakhir kami berdua. Rasanya baru kemarin beliau menanyakan kabar saya

Sepotong Kenangan Read More »

Setia Sejak dalam Rasa

Jika adil harus sejak dalam pikiran, maka setia pun barangkali harus sejak dalam perasaan. Adil adalah perkara akal, sedangkan setia adalah perkara hati. Rasa-rasanya kita telah sepakat bahwa perkara hati (dan tentunya perkara rasa) seringkali membuat kita tersiksa. Setia semestinya dimulai dari saat mengagumi, bukan ketika mulai mencintai atau mungkin memilliki. Cukuplah hanya satu orang

Setia Sejak dalam Rasa Read More »

Fakir Motivasi

Ada masa dimana kita menemukan diri kita dalam keadaan yang sebelumnya tak pernah terbayangkan. Dihinggapi semangat yang hilang, hasrat yang tiba-tiba lenyap menguap, digelayuti bertumpuk-tumpuk kejenuhan, bergunung-gunung kemalasan, hingga perasaan lain yang membuat kita kehilangan hasrat melakukan sesuatu. Entah itu pada perkara kewajiban atau bukan. Ada saat dimana kita dilanda keresahan yang kadang tak beralasan

Fakir Motivasi Read More »

Setahun di Madani

Pintu gerbang ini masih sama dengan pintu gerbang yang pertama kali menyambut seorang anak SMP yang baru saja kehilangan harapan masuk SMA, hampir 14 tahun lalu. Dengan diantarkan guru-guru SMP dan ibunya, anak itu serasa mimpi bisa masuk melalui pintu gerbang ini.   Ilalang ini adalah ilalang yang sama dengan ilalang yang kutinggalkan lebih dari

Setahun di Madani Read More »

Merayakan Kematian

Barangkali benar kata Novia Kusumawardhani bahwa kematian (kadang) memang perlu dirayakan. Pergi dari dunia penuh sandiwara layak diiringi pesta. Menjadi makhluk bebas tanpa beban dan tuntutan orang-orang bisa menjadi sebuah kesenangan. Lebih-lebih jika hidup penuh dengan kepedihan dan kemalangan. Dulu, kelahiran kita disambut dengan suka cita karena katanya kehidupan adalah anugerah. Lalu kenapa kematian harus

Merayakan Kematian Read More »

Hymne Cahaya Madani CMBBS

Hymne Cahaya Madani

Cahaya MadaniTempat bernaungnya ibadahkuMengabdikan diri IllahiDengan segenap bersihnyaBerkibarlah selalu panjimuMencetak generasi berilmuMenuai segala harap dan do’akuDalam menata nilai hidupku Reff.Menegakkan kalimah IllahiMemancarkan mahligai madaniMewarnai hakekat insaniSemangat berjuangLi ilai kalimatillah 2x Cipt: Ust Adhien Audio music only Audio vocal only

Hymne Cahaya Madani Read More »