Maret 2026

Belajar Dari Teman

Begitu banyak orang belajar dari kesuksesan orang lain, tapi tak sedikit pula orang yang belajar dari kegagalan orang lain. Memang seperti itulah harusnya kita: belajar dari orang lain. Karena benar kata orang-orang, usia kita di dunia tak akan cukup untuk menjalani semua hal dalam hidup. Pun begitu dengan diriku, aku belajar dari seorang teman. Aku […]

Belajar Dari Teman Read More »

Hymne Cahaya Madani CMBBS

Hymne Cahaya Madani

Cahaya MadaniTempat bernaungnya ibadahkuMengabdikan diri IllahiDengan segenap bersihnyaBerkibarlah selalu panjimuMencetak generasi berilmuMenuai segala harap dan do’akuDalam menata nilai hidupku Reff.Menegakkan kalimah IllahiMemancarkan mahligai madaniMewarnai hakekat insaniSemangat berjuangLi ilai kalimatillah 2x Cipt: Ust Adhien Audio music only Audio vocal only

Hymne Cahaya Madani Read More »

Fakir Motivasi

Ada masa dimana kita menemukan diri kita dalam keadaan yang sebelumnya tak pernah terbayangkan. Dihinggapi semangat yang hilang, hasrat yang tiba-tiba lenyap menguap, digelayuti bertumpuk-tumpuk kejenuhan, bergunung-gunung kemalasan, hingga perasaan lain yang membuat kita kehilangan hasrat melakukan sesuatu. Entah itu pada perkara kewajiban atau bukan. Ada saat dimana kita dilanda keresahan yang kadang tak beralasan

Fakir Motivasi Read More »

Antara Desa dan Kota

Kota, terutama Jakarta sebagi metropolitan, selalu membuat terpesona manusia-manusia Indonesia. Pun begitu mungkin dengan penduduk di belahan bumi lain pada kota-kota metropolitan di negaranya. Kota selalu menjadi magnet dan alasan untuk orang-orang desa mendatanginya, bahkan kemudian mencintainya. Untuk yang terakhir, saya termasuk di dalamnya. Saya mencintai kota. Sungguh. Saya mencintai Jakarta, Bandung, Semarang, dan tak

Antara Desa dan Kota Read More »

Catatan Perjalanan (1)

“Tak ada yang diambil selain foto dan pelajaran. Tak ada yang ditinggalkan selain jejak dan kenangan.” – Seseorang dalam perjalanan. Perjalanan biasa dilakukan sendirian atau bersama-sama. Dengan keluarga, teman-teman, pasangan, atau pun orang yang baru dikenal. Tapi pada akhirnya kita akan setuju bahwa perjalanan bersama siapa pun akan menyenangkan dilakukan. (Orang menyebalkan menjadi pengecualian.) Rasa-rasanya

Catatan Perjalanan (1) Read More »

Niat

“Boleh jadi amalan kecil menjadi besar pahalanya disebabkan niat. Dan boleh jadi amalan besar menjadi kecil pahalanya hanya karena niat.” ¬ Abdullah bin Mubarak Setelah perkara iman, dalam pembahasan hadits, niat selalu diutamakan dalam penyampaian. Persis seperti thaharah dalam pembahasan fiqih ibadah. Ini menggambarkan begitu besar dan penting keduanya. Kebersihan diri dengan thaharah mengawali segala

Niat Read More »

Teman Perjalanan

Lahir dari rahim imajinasi. Dibesarkan oleh harapan bersama mimpi. Terpelihara untaian doa dan cinta. Disuapi segenggam pundi-pundi materi. Aku menemukan namanya dalam kelebat malam usai tidur panjang. Tiga tahun usianya semalam. Tak ada yang kurayakan. Kubuatkan untuknya sebuah tulisan. Hanya tulisan. Juga doaku untuk bisa kembali beperjalanan. Semakin kemari semakin aku paham, bahwa perjalanan tak

Teman Perjalanan Read More »

Merayakan Kematian

Barangkali benar kata Novia Kusumawardhani bahwa kematian (kadang) memang perlu dirayakan. Pergi dari dunia penuh sandiwara layak diiringi pesta. Menjadi makhluk bebas tanpa beban dan tuntutan orang-orang bisa menjadi sebuah kesenangan. Lebih-lebih jika hidup penuh dengan kepedihan dan kemalangan. Dulu, kelahiran kita disambut dengan suka cita karena katanya kehidupan adalah anugerah. Lalu kenapa kematian harus

Merayakan Kematian Read More »

Cerpen – Sarjana Desa

Melihat seorang pemegang gelar sarjana sedang duduk-duduk di gubuk pematang sawah dengan pakaian lusuh dan kotor penuh lumpur, bukan kemeja berdasi dan duduk di ruang ber-AC, bisa memunculkan berbagai persepsi  banyak orang.  Bisa jadi ia memang sedang dalam masa menunggu panggilan yang tak kunjung datang dari perusahaan yang telah dilamar. Atau bisa jadi ia dan

Cerpen – Sarjana Desa Read More »

Setia Sejak dalam Rasa

Jika adil harus sejak dalam pikiran, maka setia pun barangkali harus sejak dalam perasaan. Adil adalah perkara akal, sedangkan setia adalah perkara hati. Rasa-rasanya kita telah sepakat bahwa perkara hati (dan tentunya perkara rasa) seringkali membuat kita tersiksa. Setia semestinya dimulai dari saat mengagumi, bukan ketika mulai mencintai atau mungkin memilliki. Cukuplah hanya satu orang

Setia Sejak dalam Rasa Read More »