Persamaan dan Perbedaan Qurban dan Aqiqah

Sebentar lagi umat Islam akan menghadapi Hari Raya Idul Adha 144H atau biasa kita sebut Idul Qurban. Qurban berasal dari bahasa Arab, qariba-yaqrabuqurbanan yang artinya dekat. Qurban memiliki makna melaksanakan perintah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berqurban berarti sebuah proses penyembelihan hewan yang disyariatkan pada hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik atau tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

Nah, selain Qurban, ada lagi aqiqah yang sering disamakan oleh sebagain masyarakat awam dengan qurban. Hal itu biasanya karena sama-sama menyembelih kambing, sama-sama diperuntukkan atau disembelih atas nama anak atau orang lain, dan sama-sama dibagikan ke orang lain. Hal ini mungkin ada benarnya, tapi ada beberapa persamaan dan perbedaan qurban dan aqiqah yang perlu kita luruskan.

Perbedaan Qurban dan Aqiqah

Berbeda dengan qurban, pengertian aqiqah secara bahasa yaitu aqqa-yauqqu-aqqan yang berarti memotong. Menurut istilah, aqiqah berarti sebuah proses kegiatan menyembelih hewan ternak pada hari ke tujuh setelah bayi dilahirkan. Ibadah ini dilaksanakan oleh orang tua dalam rangka tasyakuran atau bersyukur atas kelahiran anak mereka. Selain menyembelih hewan, mereka juga memotong rambut bayi dan mentahniknya. Dari sini sudah mulai terlihat jelaskan di mana letak perbedaannya? Nah selain itu, ada juga beberapa perbedaan qurban dan aqiqah yang perlu kita ketahui, berikut diantaranya:

Tujuan Qurban dan Aqiqah

Dilihat dari definisinya tadi, tujuan syariat kurban adalah dalam rangka memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim alaihisalam dan Nabi Ismail alaihissalam. Seperti yang kita ketahui dan telah tercatat dalam Al-Quran, bahwa Allah subhanahu wat’ala menguji Nabi Ibrahim alaihisalam dengan perintah menyembelih putra kesayangannya Nabi Ismail alaihissalam. Namun pada akhirnya, keduanya menunjukkan kesabaran, keteguhan dan ketaatan yang sangat mulia kepada Allah SWT. Jadi saat Nabi Ismail as hendak disembelih, Allah SWT menggantinya dengan kehadiran domba putih besar yang langsung turun dari surga. Kisah ini diceritakan Allah SWT dalam Qur’an surat As-Shafaat ayat 102. Jadi tujuan kita melakukan qurban saat ini adalah untuk meneladani sifat kedua nabiullah tersebut. Dan ini menjadi bagian sarana ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaiman perintah-Nya dalam Qur’an surat Al-Kautsar ayat 2 yang artinya: “Maka shalatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah hewan kurban.”

Nah, aqiqah sendiri dilaksanakan dengan tujuan dalam rangka bersyukur atas lahirnya sang anak. Jadi tasyakuran atau bentuk syukur atas kelahiran seorang anak. Hal ini sesuai dengan yang ada dalam hadits Bukhori: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada anak lelaki ada kewajiban ‘aqiqah, maka potongkanlah hewan sebagai aqiqah dan buanglah keburukan darinya.”

Jenis dan Jumlah Hewan Yang Disembelih

Selain tujuan, ada lagi perbedaan qurban dan aqiqah dilihat jenis hewan dan jumlah hewan yang disembelih. Jika dalam kurban, hewan ternak yang boleh digunakan atau boleh disembelih menurut jumhur imam madzhab adalah unta, sapi dan kambing. Sedangkan untuk aqiqah, hewan yang boleh disembelih hanya kambing saja. Namun untuk kriterianya sama: seluruh hewan ternak yang akan disembelih harus sehat (tidak cacat), dan cukup usianya biasanya dilihat dari sudah berganti giginya.

Adapun jumlah hewan ternak untuk qurban adalah qurban kambing untuk 1 orang, sedangkan qurban sapi, kerbau atau unta untuk 7 orang baik laki-laki atau perempuan yang berqurban. Ada pun untuk aqiqah, kambing yang disembelih jumlah nya harus sesuai dengan jenis kelamin bayi. Jika bayi laki-laki jumlahnya 2 ekor kambing, jika bayi perempuan jumlahnya 1 ekor kambing. Hal ini sesuai yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits beliau: “(Aqiqah) untuk anak laki-laki adalah dua kambing dan untuk perempuan satu kambing. Baik berjenis kelamin jantan atau betina, tidak masalah”.

Pemberian Daging

Selanjutnya, perbedaan qurban dan aqiqah terletak dalam hal pemberian daging hewan ternak yang telah disembelih. Dalam kitab Bidayatul Mujtahid, pembagian daging kurban dianjurkan sebagai berikut, spertiga untuk disimpan, sepertiga didermakan dan spertiga dimakan. Adapun penerima daging kurban yang paling utama adalah kaum dhuafa atau fakir miskin. Sedangkan daging aqiqah diberikan kepada siapapun, mau fakir miskin atau kaya raya tidak jadi soal. Terutama yang paling berhak adalah tetangga terdekat, fakir miskin, saudara dan lainnya.

Pun dengan bentuk daging yang dibagikan, jika pembagian daging qurban harus dan selalu dalam kondisi mentah, sedangkan daging aqiqah justru harus dalam keadaan matang atau telah dimasak atau diolah.

Daging mentah qurban dan daging olahan aqiqah (Sumber: kompas.com dan asshiqidaqiqah.com)

Upah Penyembelih

Perbedaan antara kurban dan aqiqah selanjutnya adalah upah penyembelihnya. Orang yang menyembelih hewan kurban tidak diberikan upah, namun biasanya hanya menerima daging dari hewan yang disembelih. Sedangkan orang yang menyembelih hewan aqiqah boleh meminta upah pada empunya hajat.

Waktu Penyembelihan

Terakhir, perbedaan qurban dan aqiqah selanjutnya dilihat dari waktu penyembelihan. Jika kurban, penyembelihan hewan ternaknya harus dilakukan pada tanggal 10, 11,12 dan 13 Dzulhijjah (pada Idul Adha dan hari Tasyrik saja). Seperti yang tertera dalam hadis Nabi Muhanmad SAW.

Sedangkan pelaksanaan aqiqah paling afdhal-nya adalah pada hari ketujuh dari kelahiran sang anak. Ini yang paling utama. Namun bisa juga hari ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran anak. Atau bisa pula di luar ketentuan tersebut. Karena waktu penyembelihan yang tidak harus pada bulan atau tanggal tertentu ini, berarti kurban itu musiman, sedangkan aqiqah berlangsung sepanjang tahun. Hal ini kemudian memunculkan banyak penjual hewan ternak tidak hanya menyediakan hewan untuk qurban pada saat Idul Qurban, namun juga menyediakan jasa aqiqah sepanjang tahun.

Biasanya banyak paket aqiqah yang ditawarkan jasa aqiqah ini untuk membantu mempermudah proses aqiqah untuk anak-anak kita tercinta. Salah satu jasa aqiqah yang saya tahu adalah Asshiqiq Aqiqah yang menawarkan paket aqiqah mulai dari 1 jutaan. Mereka menyediakan paket aqiqah yang berkualitas, terpercaya, bahkan bergaransi, karena sudah tersertifikasi MUI dan ISO 9001.

Nah, itulah beberapa perbedaan dan persamaan qurban dan aqiqah yang kami ketahui dan bersumber pada Al-Quran dan Hadits Nabi serta para pendapat Imam madzhab dan jumhur ulama. Tentang tata cara Qurban dan Tata cara Aqiqah lebih lengkap bisa dibaca di tulisan sebelumnya di sini dan di sini. Sekian. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *